<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.trash-imansyah v2.0 &#187; opini</title>
	<atom:link href="http://blog.imansyah.info/tag/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.imansyah.info</link>
	<description>One step forward. One step further.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Feb 2010 05:47:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>BBM Naik? Saatnya Penghematan!</title>
		<link>http://blog.imansyah.info/2008/05/bbm-naik-saatnya-penghematan/</link>
		<comments>http://blog.imansyah.info/2008/05/bbm-naik-saatnya-penghematan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 15:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imansyah.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Ya, sejak tanggal 24 Mei 2008 kemarin, BBM [lagi-lagi] naik. Dan seperti kenaikan sebelum-sebelumnya, antrian panjang terjadi di berbagai tempat. Well, saya sendiri tidak termasuk yang hobi antri hingga menit terakhir. Bahan bakar yang terbuang untuk mengantri, belum lagi waktu dan tenaga yang dikorbankan, menurut saya tidak sesuai dengan selisih harga yang didapat.
Tapi ya sudahlah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, sejak tanggal 24 Mei 2008 kemarin, <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/23/21550292/pemerintah.resmi.naikkan.harga.bbm">BBM [lagi-lagi] naik</a>. Dan seperti kenaikan sebelum-sebelumnya, <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/05/24/brk,20080524-123584,id.html">antrian panjang terjadi di berbagai tempat</a>. Well, saya sendiri tidak termasuk yang hobi antri hingga menit terakhir. Bahan bakar yang terbuang untuk mengantri, belum lagi waktu dan tenaga yang dikorbankan, menurut saya tidak sesuai dengan selisih harga yang didapat.</p>
<p>Tapi ya sudahlah, saya bukan ahlinya soal ini. Hanya bisa mencari cara untuk menyiasati pengeluaran harian yang bertambah karena naiknya BBM ini.</p>
<p><span id="more-170"></span>Let say..</p>
<p><strong>1. Pemakaian kendaraan roda 4 dikurangi.</strong></p>
<p>Hanya menggunakan kendaraan roda 4 jika memang perlu. Rumah-kantor yang jaraknya 30km, rasanya masih bisa ditempuh dengan motor tersayang. Apalagi sekarang juga nge-kost di deket kantor. Ya tidak apa-apalah jika di hari kerja lebih sering nginep di kost-an ketimbang pulang ke rumah (maap ye nyak!). Jadi mobil bisa banyak beristirahat di rumah saja.</p>
<p><strong>2. Biasakan menerapkan eco-driving.</strong></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fuel_economy-maximizing_behaviors">Eco-driving</a> memang suatu terminologi yang mencakup beberapa teknik mengemudi yang dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien. Simpelnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.</p>
<ul>
<li>Servis dan <em>maintenance</em> rutin. Cek dan pastikan tekanan ban normal. Gunakan oli yang sesuai dengan standar pabrik.</li>
<li>Jalankan mobil dengan kecepatan yang efisien. Jaga agar RPM relatif rendah. Saya sih biasanya menjaga sekitar 2000-2500 rpm.</li>
<li>Kurangi akselerasi dan deselerasi yang mendadak. Perilaku mengendara <em>stop-and-go</em> dapat mengkonsumsi bahan bakar lebih daripada yang diperlukan.</li>
</ul>
<p><strong>3. Bike-to-work?</strong></p>
<p>Saat ini sedang mempertimbangkan untuk bike-to-work. Tidak, saya tidak terpikirkan untuk menghabiskan jutaan rupiah untuk keperluan ini. Sepeda yang biasa-biasa saja dengan budget di bawah 1 juta (kalau bisa di bawah 500 rb?) rasanya cukup memadai.</p>
<p><strong>4. Beli barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan diinginkan.</strong></p>
<p>Kalau di sisi transportasi sudah di-antisipasi, tak salah juga melakukan pengiritan di bidang lain. Salah satu hal yang utama adalah kebiasaan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Pokoknya pikir berkali-kali-kali-kali sebelum beli sesuatu. Nilai tambah yang bisa didapat, apakah sebanding dengan harga yang harus dibayar? Perilaku konsumtif yang semakin meraja di ibukota, tampaknya harus dikendalikan sedapat mungkin.</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Bagaimana, mungkin Anda punya trik-trik tersendiri? Bagi kita-kita lah! Masa bagi kita-kita dong.. :-p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.imansyah.info/2008/05/bbm-naik-saatnya-penghematan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 Pusat Perbelanjaan Baru di Jakarta?</title>
		<link>http://blog.imansyah.info/2008/05/13-pusat-perbelanjaan-baru-di-jakarta/</link>
		<comments>http://blog.imansyah.info/2008/05/13-pusat-perbelanjaan-baru-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 02:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imansyah.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini &#8211;seperti biasa&#8211; mendengarkan Putuss di Prambors FM. Kemudian sempat agak kaget saat Dagienkz membacakan berita perihal rencana pembangunan 13 pusat perbelanjaan baru di Jakarta.
Ya, Anda tidak salah baca kog. 13 (TIGA BELAS)!!
Karena tidak disebutkan asal usul beritanya, maka saya langsung mencari sumber yang dapat dipercaya mengenai pemberitaan ini. Dan sampailah saya ke satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini &#8211;seperti biasa&#8211; mendengarkan <a href="http://imansyah.wordpress.com/2008/02/03/putuss-prambors-1022-fm/">Putuss</a> di <a href="http://pramborsfm.com/">Prambors FM</a>. Kemudian sempat agak kaget saat <a href="http://www.pramborsfm.com/?opt=dj&amp;id=1">Dagienkz </a>membacakan berita perihal rencana pembangunan 13 pusat perbelanjaan baru di Jakarta.</p>
<p>Ya, Anda tidak salah baca kog. <strong>13 (TIGA BELAS)!!</strong></p>
<p><span id="more-166"></span>Karena tidak disebutkan asal usul beritanya, maka saya langsung mencari sumber yang dapat dipercaya mengenai pemberitaan ini. Dan sampailah saya ke satu halaman di blog <a href="http://klinjakarta2006.wordpress.com/">KlinJakarta</a> yang dimiliki oleh <a href="http://www.direktori-perdamaian.org/ina/org_detail.php?id=802">Kaukus Lingkungan Hidup Jakarta</a>. Sepertinya sih ini yang tadi dibacakan Dagienkz. Sumber resmi lainnya belum saya temukan.</p>
<p>Baca langsung saja di sini : <a href="http://klinjakarta2006.wordpress.com/2008/04/30/penambahan-13-pusat-perbelanjaan-baru-bikin-jakarta-kolaps/">Penambahan 13 Pusat Perbelanjaan Baru Bikin Jakarta Kolaps</a>.</p>
<p>Terlepas dari benar tidaknya beberapa angka dan statistik yang ada di postingan itu, saya terus terang merasa khawatir dengan berita tersebut. Saya sendiri bukanlah orang yang gemar jalan-jalan ke pusat perbelanjaan a.k.a. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mal">mal</a>. Libur panjang kemarin, saya lebih memilih jalan-jalan ke Taman Safari daripada jalan-jalan ke mal.</p>
<p>Tapi jangan salah paham. Saya bukanlah orang yang anti-pusat-perbelanjaan. Tetap ke mal jika ada yang dicari atau jika sedang ingin nonton di <a href="http://21cineplex.com/">21 Cineplex</a>. Sering juga dijadikan tempat kumpul dan hang-out bareng teman-teman. Tapi untuk&#8217;sekedar&#8217; jalan-jalan, sepertinya bukan jadi tempat tujuan utama dan masih banyak tempat tujuan lain yang bisa dijadikan acuan.</p>
<p>Di lain pihak, banyak pusat perbelanjaan berarti semakin sedikit ruang terbuka di Jakarta. Belum lagi jika daerah yang dijadikan tempat tersebut, sejatinya merupakan daerah hunian atau bahkan daerah resapan air. Apa-apa yang berlebihan memang tidak baik, bukan?</p>
<p>Saya awam sekali soal planologi dan tata kota. Tapi menurut saya, Jakarta sepertinya sudah punya terlalu banyak mal dan pusat perbelanjaan. Daripada membangun tempat-tempat baru, sepertinya lebih baik memanfaatkan dan mengembangkan yang sudah ada. Desain ulang agar lebih indah dilihat. Perbaiki fasilitas yang ada agar pengunjung merasa lebih nyaman. Tingkatkan keamanan agar tingkat kejahatan berkurang. Jangan tambah mal terus donk. Apa jadinya jika nantinya anak-anak kita lebih terbiasa main ke mal, dibandingkan dengan main ke taman kota, atau tempat rekreasi lainnya?!</p>
<p>Jakarta penuh mal?! Jangan donk.. <img src='http://blog.imansyah.info/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.imansyah.info/2008/05/13-pusat-perbelanjaan-baru-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ucapan Birthday via Testimonial di Friendster</title>
		<link>http://blog.imansyah.info/2006/12/ucapan-birthday-via-testimonial-di-friendster/</link>
		<comments>http://blog.imansyah.info/2006/12/ucapan-birthday-via-testimonial-di-friendster/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2006 10:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[friendster]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imansyah.wordpress.com/2006/12/28/ucapan-birthday-via-testimonial-di-friendster/</guid>
		<description><![CDATA[Whew..
Ternyata temen-temen masih ingat soal tanggal 26 Desember kemarin. Atau diingetin oleh Friendster? Ga tau deh, positive-thinking saja. Bahwa mereka ingat, dan Friendster adalah salah satu media yang digunakan untuk mengirimkan ucapan ultah. Namun, saat media itu adalah fitur Testimonial di Friendster, jadi ada beberapa hal yang mengganjal.

Bukankah testimonial sejatinya adalah fitur yang digunakan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Whew..</p>
<p>Ternyata temen-temen masih ingat soal tanggal <a href="http://mbu.web.id/2006/12/26/twenty-something/">26 Desember</a> kemarin. Atau diingetin oleh <a href="http://www.friendster.com/info/index.php">Friendster</a>? Ga tau deh, positive-thinking saja. Bahwa mereka ingat, dan Friendster adalah salah satu media yang digunakan untuk mengirimkan ucapan ultah. Namun, saat media itu adalah fitur <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jonathan_Abrams#Testimonial">Testimonial</a> di Friendster, jadi ada beberapa hal yang mengganjal.<br />
<span id="more-81"></span><br />
Bukankah testimonial sejatinya adalah fitur yang digunakan untuk mengungkapkan pendapat dan uneg-uneg tentang seseorang? Dari testimonial, biasanya akan didapat gambaran mengenai Friendster-er tersebut, dilihat dari mata teman-temannya. Bukan merupakan masalah jika di dalam testimonial itu nanti, terdapat komentar-komentar yang tajam, menggelitik, apalagi memuji. Saat melihat testimonial di profile seorang Friendster-er pun, yang diharapkan adalah mengetahui pendapat teman-teman si Friendster-er soal dirinya. Atau setidaknya, itulah yang kuharapkan.</p>
<p>Jadi, saat fitur testimonial dijadikan sarana kirim-mengirim pesan, menggantikan fitur messaging, kog kayanya tidak pada tempatnya yah? Bukannya salah, ataupun tidak dibenarkan, cukup &#8216;<em>tidak_pada_tempatnya</em>&#8216;.</p>
<p>Namun jangan salah, bukan berarti &#8216;kiriman&#8217; itu tidak menyenangkan. <u>Sangat menyenangkan</u> malah! Namun, memang rasanya ku harus meminta maaf, karena masih merasa bahwa tidak tepat untuk menampilkan ucapan-ucapan itu di daftar testimonial, kecuali di dalamnya memang ada pendapat si pengirim perihal diriku. Sehingga, ucapan-ucapan itu &#8211;yang rata-rata berupa file <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Swf">SWF</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gif">GIF</a>&#8211; akhirnya di-<a href="http://mbu.web.id/2006/12/22/firefox-videodownloader/">download</a> dan disimpan di folder tersendiri di PC lokal, dengan nama pengirim dan tanggal kirim sebagai nama filenya.</p>
<p>Tuh kan, I still thankful for your message guys. Lagi-lagi, makasih ya.. <img src='http://blog.imansyah.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.imansyah.info/2006/12/ucapan-birthday-via-testimonial-di-friendster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
