Long Weekend di Bandung. Part #4(end): Bubur Mang Oyo
Akhirnya hari terakhir di Bandung pun tiba. Setelah sempat tidur pulas seharian dan ditutup dengan makan iga bakar si Jangkung, kemudian keesokannya wisata Bandoeng Tempo Doeloe sambil foto-foto di Balai Kota dan Braga, dan kemudian jalan-jalan ke bukit Cimenyan dan dilanjutkan nongkrong di Boemi Joglo, akhirnya sudah harus pulang ke Jakarta.
Tapi tetep, sebelum naik flyover ke Pasteur, saya bersama Kang Jay, Indra dan Lea, menyempatkan diri untuk sarapan di Bubur Mang Oyo yang memang sudah lama jadi salah satu favorit. Tapi –kalo boleh protes nih– kog sekarang tidak seenak dulu ya? Hiks..
Selesai makan di Bubur Mang Oyo, langsung balik ke Jakarta. Dipikir-pikir, menyenangkan juga liburan sambil kopdar bersama para gajah-gajah di Bandung. Tapi tenang saja, masih akan ada kopdar-kopdar berikutnya kog. Hihi.. ;-p
Long Weekend di Bandung. Part #3b: Boemi Joglo
Setelah paginya jalan-jalan ke puncak bukit cimenyan, siangnya petualangan dilanjutkan. Tadinya sih –ini tadinya lho!– kepengen wisata alam. Tapi apa daya, hujan terus mengguyur Bandung. Akhirnya diputuskan untuk nongkrong di rumah makan Boemi Joglo.
Begitu masuk, saya langsung tertarik pada tempat ini. Bangunan yang didominasi bahan kayu ini, sepintas mirip dengan Lisung yang juga terletak di kawasan yang sama. Dengan kursi kayu dan sofa di beberapa tempat, Boemi Joglo membuat betah para pengunjung yang tak hanya sekedar makan, tapi juga bersantai.
Kemudian makanan pun dipesan. Katanya sih, yang istimewa di sini adalah nasi liwetnya, lengkap dengan ikan asin dan pete. Hihi. Saya sendiri memesan sate maranggi. Dan memang ternyata enak! Tapi selain itu juga masih ada menu lainnya kog. Termasuk ayam goreng-bakar, spaghetti, bahkan ’sekedar’ roti bakar sebagai ‘cemilan ringan’.
Lumayan nih jadi salah satu referensi tempat makan di Bandung! Yumm!! :-d



















