Dec 4 2007

Wisata Kota Tua Jakarta

Jalan-jalan ke mall?
Nonton film di cineplex?
Nongkrong di cafe?

Bosen juga jika tiap weekend itu-itu saja yang dilakukan. Jadi, hari Minggu kemarin kami mencari tempat dan aktivitas yang agak sedikit berbeda untuk melepaskan ketegangan setelah 1 minggu bekerja.

Continue reading


Jul 3 2006

Hunting Foto: Air Mancur Monas

Jadi, wiken lalu itu berkesempatan ikut (ato lebih tepatnya menyusup) di acaranya temen-temen dari fotografi36. Hunting foto air mancur sinar laser di monas. Acaranya yang tampaknya mempunyai jadwal tetap setiap malam minggu ini mempunyai penggemar yang cukup banyak. Terbukti dengan sudah ramainya kolam air mancur monas bahkan sejak ba’da maghrib. ‘Pertunjukan’nya sendiri baru dimulai kira-kira pukul 19.30 WIB.

Dateng ke lokasi sekitar maghrib. Tadinya hanya membawa Kodak Z7590 dan tripod. Tetapi, ternyata aan yang baik hati mau meminjamkan Lumix FZ30 silver-’nya’ (an, no comment untuk tanda kutip nya ya.. :p). Alhasil si kodak istri ketiga gw itu haruslah bersedia di pegang oleh orang lain.. :P

Foto malem adalah saat memotret yang cukup sulit dan tricky. Gw sebenernya juga ga ngerti gimana caraya supaya dapet gambar yang bener-bener oke, tapi beberapa hal yang gw tau:

  1. Bawa tripod!! Untuk hunting foto malem, tripod adalah alat yang ga boleh lupa. Alasannya menyusul..
  2. Setting shutter speed pada angka rendah. untuk kamera-kamera prosumer* pun, biasanya settingan shutter speed sudah disediakan. CMIIW, sepengetahuan saya, settingan ini menentukan kecepatan membuka menutupnya ‘jendela’ shutter di kamera. Semakin cepat ia membuka-menutup, maka cahaya yang ditangkap akan semakin minimal, namun sangat cocok untuk menangkap gerakan-gerakan yang cepat, seperti misalnya saat ingin memotret kegiatan olahraga. Untuk kasus di atas, karena cahayanya sangat sedikit, yang perlu dilakukan adalah set shutter speed ini sehingga bukaan shutter (rana?) relatif lebih lambat, sehingga dapat menangkap cahaya lebih banyak. Tricky nya, settingan seperti ini cenderung sensifit terhadap pergerakan sedikit saja, sehingga harus sangat hati-hati sehingga tidak menghasilkan foto yang kabur. Karena itu perlu pake tripod.
  3. Pakai flash seperlunya. Untuk flash (ato ada yang bilang lampu blitz), pemakaiannya tergantung pada apa yang ingin ditangkap. Untuk foto yang objeknya adalah monas dan air mancur seperti di atas, IMHO tidak perlu (banyak) pakai flash. Toh kamera prosumer punya limit sendiri untuk jarak jangkau flash nya, yang sepertinya juga tidak cukup klo ingin menjangkau monas.. :p Tapi klo yang ingin ditangkap memang orang-orang (ato hantu-hantu foto) yang sedang berpose di depan kamera, ya tentu flash perlu dipakai. Dan untuk menghindari masalah red eye, perlu juga memasang flash khusus red eye yang biasanya ada di kamera-kamera prosumer.
  4. Untuk gampangnya, bisa memilih scene nightshot, ato nightmode ato semacamnya di kamera digital Anda. Lagi-lagi, fitur ini biasanya sudah ada di kamera-kamera digital masa kini.

*prosumer:
hmm.. pernah baca istilah ini, tapi lupa dimana. pokoknya mengacu pada kamera digital saku yang sudah punya fasilitas macem-macem.. kira-kira seperti itu.. :p

Jadi, klo persiapan sudah lengkap, ayo ke air mancur monas, dan abadikan keindahan air mancur laser di malam minggu. Happy hunting.. ;)

More pictures here : Monas on Flickr.