Jalan-jalan Sore di Pantai Indah Kapuk
Bosan akan wisata Jakarta yang ML2 (Mal Lagi Mal Lagi)? Coba ikuti langkah kami menyambangi beberapa tempat di sekitar Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Tidak jauh, namun bisa membuat Anda lupa sesaat bahwa Anda hanyalah 15 menit jauhnya dari Tol Dalam Kota. Dan sebenarnya sudah seringkali saya (mungkin juga Anda?) menikmati foto yang berlokasi di sekitar PIK. Tapi belum sekalipun pernah mengekplorasi daerah utara sana.
Hingga hari Minggu lalu.
Berbekal pencarian informasi via google dan juga tips dari Indra, akhirnya hari Minggu lalu saya dan nengDJ iseng-iseng jalan-jalan ke PIK. Tujuannya sih cuma ingin memuaskan keingintahuan. Syukur-syukur jika dapet spot yang bagus untuk foto-foto. Yaya, seperti kata Jeng Enda, ini salah satu alasan buat pacaran. Huehehe..
)
—
1. Kawasan Eko Wisata Hutan Mangrove
Tempat pertama yang kami singgahi adalah sebuah kawasan wisata hutan bakau di dalam PIK. Hanya 10 menit dari keluar Tol yang menuju Bandara. Lokasi persisnya silakan liat di wikimapia.
Tempat ini –sesuai namanya– adalah hutan bakau yang dirambah menjadi tempat nongkrong dan mancing. Agak ramai memang. Bahkan di depan pintu masuknya banyak ditemui gerobak yang menjajakan berbagai macam makanan. Lumayanlah untuk jalan-jalan dan foto-foto. Untuk masuk, cukup menyetor retribusi Rp.1000,- per orang dan Rp.2000,- untuk parkir.
Spot foto yang menarik antara lain dermaga hijau yang membentang di atas kolam. Spot ini sering kali dijadikan tempat foto prewed. Selain itu juga bisa foto-foto di sepanjang jalan setapak dan pepohonan yang tumbuh tidak terlalu lebat; cukup memberikan kesan.. err.. ndeso dan nghutan.. :p
Sebagai informasi (berdasarkan penuturan bapak penjaganya), untuk melakukan shooting photo yang bersifat komersial (foto prewed misalnya), diperlukan izin terlebih dahulu dari pihak pengelola, beserta sejumlah dana yang harus dipersiapkan. Jumlahnya kurang jelas, karena yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui persisnya. Namun jika ingin mencoba kongkalikong dengan bapak penjaganya, do it at your own risk! Saya sendiri sih kemarin cuma foto-foto iseng. Jadi dengan sedikit obrol-obrol, akhirnya diizinkan menjeprat-jepret nengDJ di dalam sana. Hihi..
—
2. Taman Wisata Alam Angke Kapuk
Tempat kedua pastinya adalah salah satu tempat favorit saya di Jakarta. Berjudul Taman Wisata Alam, tempat ini sebenarnya adalah pusat rehabilitasi bakau. Letaknya tak jauh dari Waterbom PIK. Silakan liat di Wikimapia untuk lebih jelasnya. Dan, jangan heran kalau jalan masuknya belumlah beraspal, karena tempatnya memang masih dalam pembangunan. Jika ingin berkunjung, cukup menjelaskan maksud kedatangan pada satpam yang menjaga, kemudian mengisi buku tamu. Belum ditetapkan biaya retribusi masuk kawasan, jadi cukup berderma sekedarnya untuk parkir.
Terus terang kami cuma sempat mengeksplorasi sebagian kecil dari tempat yang luasnya hampir 100 hektar ini (eh, bener ga ya?). Tapi saya sangat merekomendasikan tempat ini untuk Anda yang ingin lepas sejenak dari penatnya Jakarta.
Hiburan yang ada cukup beragam: dari berjalan-jalan di jembatan kayu di atas kolam (rawa?), melihat-lihat pepohonan bakau kecil yang baru saja ditanam, hingga melakukan penanaman bakau sendiri. Iya! Katanya sih menyenangkan. Dan dari melihat foto-foto kegiatan yang banyak terpampang di sana, agaknya saya setuju.
Selain itu, jika datang pagi hari, kita juga bisa melihat berbagai macam burung yang mencari makan di sana. Buat saya sendiri sih, ini tempat yang sangat apik untuk foto-foto. Apalagi tidak diperlukan birokrasi yang njelimet. Cukup mengisi buku tamu..
Spot yang menarik buat saya adalah di sepanjang jembatan kayu. No doubt.
Selain itu saya juga menemukan satu lapangan yang di ujungnya terdapat tower penjaga. Sangat menarik dipadukan dengan mentari yang saat itu menjelang terbenam.
Jika ingin tahu lebih lanjut, bisa berkunjung ke websitenya : www.jakmangrove.org
—
3. Suaka Margasatwa Muara Angke
Untuk tempat yang ini, terus terang saya tidak sempat mengunjungi lokasinya langsung. Tapi letaknya juga tidak begitu jauh dari kedua tempat di atas. Untuk lebih jelasnya silahkan baca-baca informasinya di wikipedia dan lihat posisinya di wikimapia.
Berikut testimoni beberapa pengunjung sempat saya temukan.
- Muara Angke Suaka Marga Sampah
- Suaka Marga Satwa Muara Angke
- Suaka Margasatwa Muara Angke: Berlian Yang Tersia-sia
—
Tertarik? Langsung kunjungi saja tempat-tempat di atas, dan laporkan hasil eksplorasi Anda.
Good luck!





















July 23rd, 2008 at 06:53
Waaaaahhh gambarnya bagus-bagus banget !!!!!!! Ini emang spotnya yang bagus apa yang moto gape banget ya ?? *kaya’nya emang iya* hehehe
Jadi pengen …. *pengen difoto maksudnya*
July 23rd, 2008 at 08:15
salah satu alternatif untuk jalan-jalan kalau lagi di Jakarta nih…
July 23rd, 2008 at 08:46
Wah shootnya bagus2…..
1. Pengen punya kamera seperti itu
2. Nanti kalo sudah punya ajar2in ya, kayaknya seru juga
July 23rd, 2008 at 12:57
ini mah kayaknya gue nggak perlu ngeblog lagi yaaak?
hmm…buat jalan2 menikmati siih..kurang seru, karena nggak ada apa2an di sana hanya tempat pemancingan untuk yang hobby memancing, kecuali yang pada mau ikut pacaran di pinggir rawa..silahkaan…, selebihnya, singgahi saja untuk motret2.
Klo yang hutan mangrove…mumpung masih sepi, kesanalah
July 23rd, 2008 at 13:05
@NengDJ:
Eh, ga boleh. Lo kudu nge-blog juga donk ah hun! Biasanya kan review kamu agak sedikit unik dan bahasanya lebih gaul. Huehue.. *towel-towel*
July 23rd, 2008 at 14:34
kaya foto kalender, atau cover film: “Ketika Cinta Bertasbih” duh, ngarang banget… :p hwhwhw
July 25th, 2008 at 20:54
sigana mah nya..eta foto aralusna karenasi model deeh
July 27th, 2008 at 06:05
mantaf euy futunya…..
di jakarta (masih) ada tempat bagus ternyata….
July 28th, 2008 at 15:54
Coba ya kalo jalan-jalan itu ngajak-ngajak, apalagi bisa nebeng-nebeng!
July 29th, 2008 at 22:42
wah potony keren bgt..
*kedipin teh nengDJ*
sungguh dramatis pic yg trakir,,
bener tu ka im, modelny bisaan euy expresiny..
August 20th, 2008 at 17:37
iman,gimana niy cara ngontak kamu?
aku pake kamu aja de ya buat pre wedding ?
August 26th, 2008 at 16:12
kalau modelnya terlihat sedang duduk merenung di jembatan kayu itu, dengan tatapan menerawang atau menunduk dengan rambut terurai panjang, yang terbelai angin,(tidak melihat kamera) mungkin akan terlihat “lebih berbicara”
untuk foto dengan nuansa senja, seperti apa jadinya ya, kalau bulatan mentarinya terletak agak kepinggir?
August 26th, 2008 at 16:57
Terima kasih masukannya..