BBM Naik? Saatnya Penghematan!

Ya, sejak tanggal 24 Mei 2008 kemarin, BBM [lagi-lagi] naik. Dan seperti kenaikan sebelum-sebelumnya, antrian panjang terjadi di berbagai tempat. Well, saya sendiri tidak termasuk yang hobi antri hingga menit terakhir. Bahan bakar yang terbuang untuk mengantri, belum lagi waktu dan tenaga yang dikorbankan, menurut saya tidak sesuai dengan selisih harga yang didapat.

Tapi ya sudahlah, saya bukan ahlinya soal ini. Hanya bisa mencari cara untuk menyiasati pengeluaran harian yang bertambah karena naiknya BBM ini.

Let say..

1. Pemakaian kendaraan roda 4 dikurangi.

Hanya menggunakan kendaraan roda 4 jika memang perlu. Rumah-kantor yang jaraknya 30km, rasanya masih bisa ditempuh dengan motor tersayang. Apalagi sekarang juga nge-kost di deket kantor. Ya tidak apa-apalah jika di hari kerja lebih sering nginep di kost-an ketimbang pulang ke rumah (maap ye nyak!). Jadi mobil bisa banyak beristirahat di rumah saja.

2. Biasakan menerapkan eco-driving.

Eco-driving memang suatu terminologi yang mencakup beberapa teknik mengemudi yang dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien. Simpelnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

  • Servis dan maintenance rutin. Cek dan pastikan tekanan ban normal. Gunakan oli yang sesuai dengan standar pabrik.
  • Jalankan mobil dengan kecepatan yang efisien. Jaga agar RPM relatif rendah. Saya sih biasanya menjaga sekitar 2000-2500 rpm.
  • Kurangi akselerasi dan deselerasi yang mendadak. Perilaku mengendara stop-and-go dapat mengkonsumsi bahan bakar lebih daripada yang diperlukan.

3. Bike-to-work?

Saat ini sedang mempertimbangkan untuk bike-to-work. Tidak, saya tidak terpikirkan untuk menghabiskan jutaan rupiah untuk keperluan ini. Sepeda yang biasa-biasa saja dengan budget di bawah 1 juta (kalau bisa di bawah 500 rb?) rasanya cukup memadai.

4. Beli barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan diinginkan.

Kalau di sisi transportasi sudah di-antisipasi, tak salah juga melakukan pengiritan di bidang lain. Salah satu hal yang utama adalah kebiasaan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Pokoknya pikir berkali-kali-kali-kali sebelum beli sesuatu. Nilai tambah yang bisa didapat, apakah sebanding dengan harga yang harus dibayar? Perilaku konsumtif yang semakin meraja di ibukota, tampaknya harus dikendalikan sedapat mungkin.

Bagaimana, mungkin Anda punya trik-trik tersendiri? Bagi kita-kita lah! Masa bagi kita-kita dong.. :-p


7 Responses to “BBM Naik? Saatnya Penghematan!”

Leave a Reply