13 Pusat Perbelanjaan Baru di Jakarta?

Pagi ini –seperti biasa– mendengarkan Putuss di Prambors FM. Kemudian sempat agak kaget saat Dagienkz membacakan berita perihal rencana pembangunan 13 pusat perbelanjaan baru di Jakarta.

Ya, Anda tidak salah baca kog. 13 (TIGA BELAS)!!

Karena tidak disebutkan asal usul beritanya, maka saya langsung mencari sumber yang dapat dipercaya mengenai pemberitaan ini. Dan sampailah saya ke satu halaman di blog KlinJakarta yang dimiliki oleh Kaukus Lingkungan Hidup Jakarta. Sepertinya sih ini yang tadi dibacakan Dagienkz. Sumber resmi lainnya belum saya temukan.

Baca langsung saja di sini : Penambahan 13 Pusat Perbelanjaan Baru Bikin Jakarta Kolaps.

Terlepas dari benar tidaknya beberapa angka dan statistik yang ada di postingan itu, saya terus terang merasa khawatir dengan berita tersebut. Saya sendiri bukanlah orang yang gemar jalan-jalan ke pusat perbelanjaan a.k.a. mal. Libur panjang kemarin, saya lebih memilih jalan-jalan ke Taman Safari daripada jalan-jalan ke mal.

Tapi jangan salah paham. Saya bukanlah orang yang anti-pusat-perbelanjaan. Tetap ke mal jika ada yang dicari atau jika sedang ingin nonton di 21 Cineplex. Sering juga dijadikan tempat kumpul dan hang-out bareng teman-teman. Tapi untuk’sekedar’ jalan-jalan, sepertinya bukan jadi tempat tujuan utama dan masih banyak tempat tujuan lain yang bisa dijadikan acuan.

Di lain pihak, banyak pusat perbelanjaan berarti semakin sedikit ruang terbuka di Jakarta. Belum lagi jika daerah yang dijadikan tempat tersebut, sejatinya merupakan daerah hunian atau bahkan daerah resapan air. Apa-apa yang berlebihan memang tidak baik, bukan?

Saya awam sekali soal planologi dan tata kota. Tapi menurut saya, Jakarta sepertinya sudah punya terlalu banyak mal dan pusat perbelanjaan. Daripada membangun tempat-tempat baru, sepertinya lebih baik memanfaatkan dan mengembangkan yang sudah ada. Desain ulang agar lebih indah dilihat. Perbaiki fasilitas yang ada agar pengunjung merasa lebih nyaman. Tingkatkan keamanan agar tingkat kejahatan berkurang. Jangan tambah mal terus donk. Apa jadinya jika nantinya anak-anak kita lebih terbiasa main ke mal, dibandingkan dengan main ke taman kota, atau tempat rekreasi lainnya?!

Jakarta penuh mal?! Jangan donk.. :-(


5 Responses to “13 Pusat Perbelanjaan Baru di Jakarta?”

  • itikkecil Says:

    kalau sudah terlalu banyak pusat perbelanjaannya, sapa yang bakal datang ke sana?

  • galz Says:

    wah makin sumpek aja jkt,,
    dbuka pusat perbelanjaan, brati kaya ya orang² djkt sana? :D

    bagi duid dong.. *dketok k’im*

  • nengDJ Says:

    sebeeell..keduluan kammu!!!

    tapi tenang, meski satu tema,, pembahasan kita akan berbeda..hahahaahahahahahhaahhaaha

    still..saya lebih suka taman bermain, lapangan bola, masjid yang dibangun di jakarta..liat deh anak2 di jakarta jaman sekarang!? makin konsumtp, maen bola aja di jalan, klo main di lapangan, diusir, klaim punya orang!

    saya benar2 tingagl di kota EGOSENTRIS!!

  • Nike Says:

    Ntar kebanyakan yang jual dibanding yang beli :D

  • Jalan-jalan Sore di Pantai Indah Kapuk « .trash-imansyah Says:

    [...] jakarta, jalan-jalan, photo hunting Bosan akan wisata Jakarta yang ML2 (Mal Lagi Mal Lagi)? Coba ikuti langkah kami menyambangi beberapa tempat di sekitar Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. [...]

Leave a Reply